Aku diam ...
Lalu mengejar ...
Kemudian berharap..
Sampai akhirnya aku mulai berjuang, melupakan rasa malu
Hanya demi kau melihat kearah ku.
Kini,
Aku diam lagi.
Tidak lagi mencari, mengejar, berharap, dan berjuang.
Bukan, bukan karena aku tak lagi suka padamu.
Hanya saja aku lelah ....
Lelah berharap pada yang tak mungkin.
Juga lelah berjuang tanpa arti.
Terimakasih,
Karena mu, aku tahu lelahnya menggapai apa yang semu.
Karena mu, aku tahu tentang kesetiaan, dan kesabaran.
Aku tidak membenci mu.
Bagaimana pun juga,
Kamu lah orang pertama yang mengajarkan sakit nya jatuh cinta pada orang yang ku anggap sempurna.
